Jakarta, HISSI online – Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Garut mengirimkan puluhan relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ke lokasi gempa bumi di Cianjur. Relawan tersebut akan bertugas mulai 17 Januari hingga 4 Februari 2023.
Sebanyak 139 mahasiswa terjun langsung ke tengah-tengah korban bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, gempa berkekuatan 5.6 Mw yang terjadi pada 21 November 2022. Dengan kedalaman 10 km, gempa tersebut mengguncang Kabupaten Cianjur pada pukul 13.21 WIB, mengakibatkan kerusakan besar dan menimbulkan banyak korban jiwa serta luka-luka.
Mahasiswa yang terjun sebagai relawan ini juga sekaligus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka disebar di empat kecamatan dan 10 desa selama masa tugas 20 hari. Ketua STAI Siliwangi Garut, Illa Susanti, menekankan pentingnya peran mereka dalam mitigasi dampak bencana bagi masyarakat setempat.
Sejumlah program penting dilakukan oleh para relawan tersebut, termasuk kegiatan aktualisasi masjid atau perbaikan fasilitas ibadah, trauma healing, dan pendampingan untuk anak-anak usia sekolah. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya membantu masyarakat yang terdampak gempa tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga tentang keterlibatan sosial,” ujar Illa.
Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah (HISSI) turut memberikan bantuan dengan mengumpulkan dana sebesar Rp. 16.000.000,-. Dana tersebut dihimpun dari para anggotanya dan akan digunakan untuk mendukung berbagai program yang telah direncanakan selama masa tugas para relawan di Cianjur.
Aktivitas para relawan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan masyarakat Cianjur pasca bencana. Program trauma healing, misalnya, dinilai sangat penting untuk memulihkan kondisi psikologis para korban, khususnya anak-anak.
Kerjasama antara HISSI dan STAI Siliwangi Garut ini menjadi contoh konkret dari ikhtiar kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi ilmiah dalam menghadapi situasi bencana. Para relawan tidak hanya membawa bantuan fisik tetapi juga memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak.
About The Author
You may also like
-
JEJAK LANGKAH 17 TAHUN HISSI: DARI NOSTALGIA POLITIK HUKUM MENUJU URGENSI ‘OMNIBUS LAW’ EKONOMI SYARIAH
-
Tangis Sumatera, Aksi Nyata HISSI Gelorakan ‘Fiqh Sosial’ Membasuh Luka Bencana 2025
-
Menyingkap Tabir Nikah Sirri Online: Antara Jalan Pintas Digital dan Jerat Prostitusi Terselubung
-
HISSI dan DSN-MUI Bersinergi, Kawal Fatwa dan Perkuat Otoritas Syariah di Tengah Tantangan Yudisial dan Akademik
-
HISSI dan PTA Jakarta Pecahkan Kebekuan Teori dan Praktik Ekonomi Syariah di Meja Diskusi
