HISSI Gelar Pelantikan Majelis Pengurus Nasional Periode 2020-2024

Jakarta – Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) gelar Pelantikan Majelis Pengurus Nasional Periode 2020-2024 melalui aplikasi Zoom Meeting yang dipandu oleh Prof. Dr. Euis Amalia selaku Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Kamis, 20 November 2020 pukul 19.30-21.45.

Acara pelantikan pengurus ini sebagai bentuk ikhtiar bersama agar kedepannya HISSI lebih baik dan konsisten untuk terus berperan aktif di masyarakat ditambah dengan inovasi-inovasi baru serta karya nyata dari para pengurus. Selain pelantikan, acara ini juga diisi dengan penyampaian harapan terhadap HISSI kedepan demi terwujudnya organisasi yang optimal dan mampu menebarkan manfaat secara berkelanjutan.

Menurut laporan ketua panitia Dr. H. Syahrul A’dam, Majelis Pengurus Nasional yang dilantik sebanyak 176 yang terdiri dari; Majelis Pembina sebanyak 21 orang, Majelis Pakar sebanyak 31 orang, dan Majelis Pengurus sebanyak 124 orang.   

Adapun latar belakang pengurus baru terdiri dari Akademisi, Praktisi Hukum meliputi Hakim Agung, Hakim Pengadilan Tinggi Agama dan Hakim Pengadilan Agama, Pengacara, Praktisi Lembaga Keuangan dan Bisnis Syariah, Anggota Dewan, Aktivis LSM, Pengusaha dan Millenial, tambah beliau.  

Dalam sambutannya Dr. Drs. KH. Abdurrahman Dahlan, selaku Ketua Majelis Pembina, menyampaikan bahwa tugas mulia yang diberikan kepada pengurus baru ini bukanlah tugas yang berat, tetapi tugas yang sangat ringan, jika dijalani dengan ikhlas serta dengan adanya kerjasama tim yang kompak dan saling bergandengan tangan. Beliau juga berharap kedepannya organisasi ini dapat secara bertahap menyempurnakan visi dan misi organisasi.

Selain sambutan, penyampaian harapan yang diawali Hakim Mahkamah Konstitusi, Dr. Drs. H. Wahiduddin Adams, selaku Majelis Pakar, berharap agar HISSI dapat mengambil peran aktif dalam perkembangan ilmu syariah, karena saat ini ilmu tersebut sedang berkembang luas serta menjadi bagian terpenting yang harus diterapkan di masyarakat dan melaksanakan syari’ah secara mandiri dan berjama’ah .

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, selaku Majelis Pembina, juga menyampaikan harapannya, semoga HISSI tetap jaya dan terus melaksanakan tugas yang mulia dengan mengembangkan kesyariahan dalam berbagai bidang, serta dilengkapi dengan adanya Ta’awun, Tarahum, dan Takaful, ujar beliau.

Selanjutnya harapan yang disampaikan oleh Ust. Yusuf Mansur, selaku Majelis Pembina, harapan beliau lebih kepada konsistensi yang akan beliau galakan untuk berkiprah di HISSI dan membantu perkembangan HISSI baik kancah nasional maupun internasional.

Acara ditutup dengan pidato dari Ketua Majelis Pengurus Nasional Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa acara pelantikan kali ini jauh lebih maju, lebih lengkap dan lebih banyak peserta yang hadir, semoga menjadi pertanda  bagi kemajuan dan kejayaan HISSI kedepan.  

Beliau juga menyampaikan bahwa HISSI hadir untuk turut serta membangun keilmuan bidang syariah dan kesyariahan pada khususnya dan ilmu pengetahaun pada umumnya serta ikut aktif mengisi dan membangun Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu HISSI memiliki moto atau slogan taat kitab suci hormat kostitusi.

Periode pertama HISSI lahir dan konsolidasi organisasi serta mempersiapkan perangkat organisasi agar shahih keberadaannya minimal sudah mengantongi  Surat Notaris dan Surat dari Kemenkumham dan akan ditindak lanjuti dan didaftarkan ke Kemendagri. Periode kedua mulai mengembangkan sayap organisasi dan membentuk Majlis Pengurus Wilayah pertama di Jawa Barat yang berpusat di Bandung. Saat ini HISSI sudah terbentuk di 23 provinsi dan 2 luar negeri, jelas beliau.

Selanjutnya periode ketiga lebih fokus pada pembangunan HISSI Center, dan periode keempat tahun ini, beliau berharap ide dan masukan dari berbagai pihak dalam perkembangan HISSI kedepan agar dapat terus menebarkan manfaat bagi semua kalangan masyarakat, agama dan negara dengan catatan semua yang akan kita lakukan tentunya harus berjalan secara berjama’ah dan sebaik-baiknya. (Husnul /Tim Kominfo HISSI)