Launching Tafsir Al-Amin

CIPUTAT (Inmas_Tangsel) – Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, menghadiri sekaligus melaunching Buku Tafsir Alamin Karya Prof. Dr. H. Muhamad Amin Summa, SH,. MA, pada Sabtu (14/07/ 2018), bertempat di Masjid Al’itisom, Pemkot Tangsel.

Acara ini jufa dihadiri oleh Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie,

Narasumber pada acara launching dan bedah buku Tafsir Alamin adalah Prof.Dr. Hamdani Anwar MA dan Prof. Dr. Syafuri, Direkrut Pasca sarjana UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten.

Prof. Dr. H. Muhamad Amin Summa, SH,. MA,  lahir di Serang, Banten, tanggal 05 Mei 1955, sebagai putera ketiga dari enam bersaudara dari pasangan (alm.) H. Sulaiman bin Semaun (wafat tahun 1992) dan Hj. Maimunah binti H. Ali Hasan.

Beliau memiliki latar belakang pendidikan formal dari Sekolah Dasar Negeri (berijazah, 1967); Madrasah Ibtidaiyah Raudhat al-Ulum (berijazah, 1968); Madrasah Tsanawiyah al-Khairiyyah (berijazah, 1971); Madrasah Aliyah al-Khairiyyah (berijazah, 1974); Sarjana Muda (B.A., Fakultas Syari’ah IAIN Jakarta (berijazah, 1978); Sarjana Lengkap (Drs.), Fakultas Syari’ah IAIN Jakarta (berijazah, 1981); Sarjana Hukum (S.H.), Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (berijazah, 1996); S-2 (MA), Pascasarjana IAIN Jakarta (nontesis, 1987); S-3 (Doktor), Pascasarjana IAIN Jakarta (berijazah, 1989); dan Program Magister Manajemen Bidang Ekonomi Pemasaran (berijazah, 2006).

Di samping itu, ia juga pernah mengikuti beberapa pendidikan non-formal, di antaranya Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Lijajar Pulo Merak (1966 – 1968); Pondok Pesantren Cipaot – Anyer (1972 – 1974); Pondok Pesantren Pelamunan Serang – Banten (1973 – 1974); Pesantren Islam Raudhatul Alfiah Kadu Kaweng (PIRAK) Pandeglang – Banten (1972, 1973, dan 1974); serta pengajian ulama JABOTABEK (1981 – 1982.

Dalam Tafsir yang ditulis oleh Ketua umum Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia  (HISSI) dijelaskan bahwa penafsiran al-Qur’an ada dua bentuk yang selama ini dipakai (diterapkan) oleh para ulama, yaitu: Al-Tafsir Bi al-Ma’tsur (Riwayat), Al-Tafsir Bi al-Ra’y (Pemikiran),dan Al-Isyari.

Corak tafsir Al-Qur’an dibagi menjadi 5: Tafsir Shufi,Tafsir Fiqhi,Tafsir falsaf,Tafsir ‘Ilmiy,dan Tafsir Al-Adab Al-Ijtima’i.

Sesungguhnya tafsir Al-Qur’an adalah maksud firman Allah yang terdapat dalam Al-Qur’anul karim. sehingga kita, dianjurkan bahkan sebagian Ulama’ mewajibkan Fardlu Kifayah bagi setiap muslim untuk mempelajari dan mengkajinya, karena Allah telah memberikan akal ataupun fikiran bagi manusia untuk melakukan Ijtihad dalam mengkaji ayat ayat muhkam mutaybihat. Di dalam Al-Quran pun banyak ayat yang menyebutkan bahwasanya manusia di perintahkan untuk berfikir. (Fuay)